Modul 1.4 Budaya Positif
Ada 7 konsep kunci dalam modul budaya positif yaitu :
1. Teori disiplin positif
Disiplin berasal dari bahasa Latin, 'disciplina" yang artinya belajar. Makna asal kata ini berkonotasi dengan disiplin diri dari murid-murid Socrates dan Plato. Disiplin diri membuat orang menggali potensinya menuju sebuah tujuan, apa yang dia hargai. Namun dalam budaya kita, makna kata disiplin telah berubah menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. kecenderungan umum adalah menghubungkan kata disiplin dengan ketidaknyamanan, bukan dengan apa yang kita hargai, atau pencapaian suatu tujuan mulia.
2. Nilai-nilai kebajikan universal
Nilai-nilai kebajikan adalah sifat-sifat positif manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu. Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan lintas bahasa, suku bangsa, agama maupun latar belakang.
Setiap perilaku memiliki tujuan. Dengan mengaitkan nilai-nilai kebajikan yang diyakini seseorang maka motivasi intrinsiknya akan terbangun, sehingga menggerakkan motivasi dari dalam untuk apata mencaaia tujuan mulia yang diinginkan. Nilai-nilai kebajikan yang ingin dicapai oleh msyarakat Indonesia tercantum dalam Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq Mulia, mandiri, bernalar kritis, berkebinekaan Global, bergotong royong, kreatif
3. Motivasi perilaku manusia
a, Untuk menghindari ketidaknyamanan/hukuman .....................Motivasi Internal
Apa yang akan terjadi apabila saya tidak melakukannya?
b. Untuk mendapatkan imbalan dari orang lain/institusi.......................Motivasi Eksternal
Apa yang akan saya dapatkan apabila saya melakukannya?
c. Untuk menghargai diri sendiri .......................................Motivasi Internal
Saya akan menjadi orang yang seperti apa bila saya melakukannya?
4. Kebutuhan dasar
a. kebutuhan Bertahan Hidup
Kebutuhan bertahan hidup adalah kebutuhan yang bersifat fisiologis untuk bertahan hidup misalnya kesehatan, rumah dan makanan. Kebutuhan biologis sebagai bagian dari proses reproduksi termasuk kebutuhan untuk tetap bertahan hidup.
b. Kasih sayang dan rasa diterima
Kebutuhan yang bersifat psikologis yang meliputi kebutuhan akan hubungan dan koneksi sosial, kebutuhan untuk memberi dan menerima kasih sayang dan kebutuhan untuk merasa menjadi bagian dari suatu kelompok. Anak ingin disukai dan diterima di lingkungannya, akrab dengan orang tuanya, suka pada gurunya, teman sebaya sangat penting dan suka bekerja dalam kelompok.
c. Penguasaan
Kebutuhan yang berhubungan dengan kekuatan untuk mencapai sesuatu, menjadi kompeten, menjadi terampil, diakui atas prestasi dan keterampilan kita, didengarkan dan memiliki rasa harga diri. Anak anak ingin menjadi pemimpin, suka mengamati sebelum mencoba hal baru, merasa kecewa bila melakukan kesalahan, rapi dan sistematik dan selalu ingin mencapai yang terbaik.
d. Kebebasan
Kebutuhan akan kemandirian, otonomi, memiliki pilihan dan mampu mengendalikan arah hidup seseorang. Anak anak perlu banyak bergerak, suka mencoba coba, tidak terlalu terpengaruh orang lain dan senang mencoba hal baru dan menarik.
e. Kesenangan
Kebutuhan untuk mencari kesenangan, bermain dan tertawa. Anak anak menikmati apa yang dilakukan, bisa berkonsentrasi tinggi saat mengerjakan hal yang disenangi, suka permainan dan suka mengoleksi barang, suka bergurau, suka melucu dan menggemaskan .
5. Posisi Kontrol Restitusi
a. Penghukum , seorang penghukum bisa menggunakan hukuman fisik maupun verbal.
b. Pembuat merasa bersalah, pada posisi ini guru akan bersuara lembut, menggunakan keheningan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman, bersalah atau rendah diri.
c. Teman , guru tidak menyakiti murid namun tetap berupaya mengontrol murid memalui persuasi.
d. Pemantau, mengawasi perilaku yang diawasi. Posisi pemantau berdasarkan pada peraturan dan
konsekuensi.
e. Manajer, posisi dimana guru berbuat sesuatu bersama dengan murid, mempersilahkan murid mempertanggungkjawabkan perilakunya, mendukung murid agar dapat menemukan solusi atas permasalahanya sendiri.
6. Keyakinan kelas
7. Segitiga restitusi
Ada 3 proses tahapan yaitu :
a. Menstabilkan Identitas
Tahapan ini bertujuan untuk mengubah identitas anak dari orang yang gagal karena melakukan kesalahan menjadi orang yang sukses.
b. Validasi Tindakan yang salah
Tahapan ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar. Kita pahami kebutuhan dasar apa yang mendasari sebuah tindakan , sehingga dapat kita dapatkan cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
c. Menanyakan Keyakinan
Menurut teori kontrol kita termotivasi secara internal. Saat sudah sukses dan tingkah laku yang salah telah divalidasi maka murid akan siap dihubungkan dengan nilai-nilai yang dia percaya.
Comments
Post a Comment